12
Jan
13

Renungan: apakah hanya karena ada polisi baru kita taat akan aturan lalu lintas?

image

Coba perhatikan pic diatas teman-teman. Kalau teman-teman jeli, teman-teman akan melihat ada 3 rambu forbidden alias dilarang masuk alias celengan alias forboden yakni paling atas, tengah dan bawah. Tapi apakah cukup untuk menghentikan para pemakai jalan untuk tidak melanggarnya? Jawabnya jelas tidak!

image

Pic diatas tidaklah sama dengan pic paling atas. Tapi kejadiannya di tempat yang sama. Yang saya lingkari adalah lambang forbidden nya. Kalau teman-teman yang pernah ke denpasar atau diam di denpasar pasti tahu jalan spot ini. Ini adalah perempatan jalan tukad yeh aya dan tukad batanghari. Posisi nya di daerah renon. Dahulu jalan ini dibuat 2 arah. Tapi karena seringnya macet di sekitaran sini maka dirubahlah skema jalannya menjadi 1 arah. Sosialisasi sudah dilakukan. Tapi pelanggaran terus terjadi. Pelanggaran ini ga cuma 1 atau 2 motor lho. Sekali melanggar ada 5 motor. Bahkan lebih geblek lagi mobil ada yang ikutan melanggar. Kalau ga salah 3 hari yang lalu, jalan ini dijaga oleh petugas DLLAJ. Tapi mungki karena masyarakat sudah tahu bahwa DLLAJ tidak boleh menilang, oknum masyarakat tetap aja mencoba dan akhirnya diberikan himbauan oleh petugas untuk berbalik arah. Renungannya adalah apakah mesti harus ditilang dahulu baru sadar. Atau mesti ada yang celaka dulu baru sadar. Semoga saja tidak. Saya mengerti tujuan para oknum masyarakat ini melanggar agar jarak tempuh lebih pendek. Tapi aturan sudah dibuat dan mesti dipatuhi. Semua maunya tertib dan lancar. Tapi bagaimana bisa tertib dan lancar kalau hal sekecil ini saja dilanggar. Saya akui juga saya bukanlah orang bersih tidak pernah melanggar. Tapi melalui tulisan ini saya berusaha membuat komitmen agar mengurangi ketidakpatuhan saya di jalan raya. Jika suatu saat ada yang melihat saya melanggar rambu lalu lintas, silakan di tegur. Kalau sempat difoto silakan difoto. No hard feeling. Mungkin renungan mengubah dunia bisa sedikit menjadi inspirasi teman-teman semua.


13 Responses to “Renungan: apakah hanya karena ada polisi baru kita taat akan aturan lalu lintas?”


  1. 12 Januari 2013 pukul 05:27

    Biasanya kalau forboden gitu ada tulisan “kecuali roda 2″

  2. 12 Januari 2013 pukul 05:53

    nyari jalur yang lebih pendek kali . . .

  3. 12 Januari 2013 pukul 09:21

    ironisnya, masih banyak yg seperti itu mas…

  4. 12 Januari 2013 pukul 13:14

    rambu2nya aja yang kebangetan..tinggi amir… Amir aja gak tinggi :lol:

  5. 12 Januari 2013 pukul 13:45

    Kesadaran dari masyarakat yang kurang mas… kecenderungan lebih mementingkan ego pribadi shg berbuat spt itu mas….

  6. 13 Januari 2013 pukul 16:25

    di mana lokasi itu,kayaknya pernah tahu… :?:


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


dk8000 was reading

  • 357,013 times

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 90 pengikut lainnya.

Januari 2013
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Arsip dk8000

dk8000’s visitor

Author

Heyy.. My Name is Surya.
I really loved all about motorcycle and speed.
Now Car and Clean Freaks is my life.
Put some comments if you really don't mind.

Contact me
email : suryadk8000@gmail.com

Top academics Sites


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 90 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: